Open Source iku uopo? Mungkin itulah pertanyaan mendasar yang ada dalam pikiran sebagian besar peserta diklat  Open Source Software di Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat, Jalan Raya Padang Besi, Padang, beberapa waktu lalu. Yups, tanggal 9 hingga 14 Juli lalu saya bersama Mbak Dini berkesempatan mengisi diklat yang diperuntukkan para pegawai di lembaga/dinas Provinsi Sumatera Barat. Selain kami, ada Bapak Busra, M.Kom dari Badan Diklat turut berpartisipasi mengisi kegiatan.

Diklat yang bertajuk Diklat Teknis Aplikasi Perkantoran TIK ini dibuka langsung oleh Kepala Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat, Bapak Drs. H. Eddy Soeyono, B.Ac, MM. Dalam sambutannya beliau menghimbau agar peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan tertib dan sepulangnya dari diklat ini memiliki sesuatu yang bisa dibawa ke instansi/lembaga masing-masing untuk menunjang pekerjaannya kelak.

Materi yang disajikan dalam diklat ini antara lain adalah :

  • Pemanfaatan TIK dan eGovernment (Bapak Busra, M.Kom)
  • Pengenalan Open Source Software
  • Pengenalan BlankON Linux
  • Instalasi BlankOn Linux
  • Pengenalan Desktop dan Manajemen File BlankOn
  • Penggunaan Open Office Writer
  • Penggunaan Open Office Calc
  • Penggunaan Open Office Impress
  • Sharing File pada BlankOn
  • Sharing Printer pada Jaringan
  • Keamanan Data dan Internet

Dalam penyampaian materi kami menggunakan metode presentasi dan praktek. Ini dimaksudkan agar para peserta mendapat gambaran terlebih dahulu dengan penyampaian teori selanjutnya para peserta mempraktekkan langsung pada komputer yang disediakan Badan Diklat. Di sesi terakhir peserta yang berjumlah 30 orang dibagi menjadi 5 kelompok untuk membuat sebuah presentasi dengan materi-materi tentang Linux. Masing-masing kelompok maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di hadapan peserta/kelompok lainnya.

Diklat ini merupakan kali ke-2 yang kami hadiri dengan materi yang hampir sama. BlankOn yang digunakan dalam diklat ini adalah BlanOn 7.0 Pattimura. Kenapa kami menggunakan BlankOn karena distro ini memang didesain oleh rekan-rekan YPLI dengan ciri khas Indonesia agar mudah diterapkan dalam praktek. Sebelumnya kami hendak menggunakan BlankOn 8.0 Rote tetapi karena masih belum rilis resmi maka kami urungkan. Dengan BlankOn yang serba bahasa Indonesia merupakan sedikit kendala karena harus menyesuaikan dari istilah-istilah versi Inggris ke versi Bahasa Indonesia. Tetapi, hal itu tidak menjadi hambatan bagi para peserta dalam proses belajarnya.

Diklat yang dilaksanakan selama kurang lebih 5 hari ini ditutup oleh Kepala Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat, Bapak Drs. H. Eddy Soeyono, B.Ac, MM setelah dilaksanakan post test. Salah satu peserta, Pak Waluyo berkesempatan menyampaikan pesan dan kesan mewakili rekan-rekannya. So pasti pesan dan kesannya berisi tentang kegiatan selama kurang lebih 5 hari dalam diklat ini. Yang tidak akan terlupakan adalah banyolan beliau yang mengatakan, “… badan saya linux sekali..”, hehehe.

So, semoga dengan adanya diklat ini dapat memberi pandangan baru bagi para peserta tentang apa itu Open Source Software sebagai solusi  TIK di masa depan. Selain itu, juga diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan apa-apa yang telah didapat selama diklat ini pada lingkungan kerjanya. Syukur-syukur dapat menularkan virus Open source kepada rekan-rekan kerja lainnya atau lingkungan sekitarnya, amin.

This slideshow requires JavaScript.

Artikel Lainnya: