Internet suka tidak suka kini sudah menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Mau tidur update status. Bangun tidur baca berita di internet. Begitu mudahnya mengakses informasi dengan adanya internet di masa sekarang.
Dibalik banyaknya manfaat yang dapat kita peroleh, internet juga dapat berefek negatif bagi penggunanya jika tidak berhati-hati. Kejahatan dunia maya mengintai kalian yang menggunakan internet secara tidak cerdas, sehat dan aman. Pornografi merupakan salah satunya.
Ketika banyak orang tua takut dengan pornografi, ternyata ada kejahatan yang lebih besar yang mengintai putra-putri kita. Yups, Kejahatan mengenai privasi seperti pelecehan seksual, cyber bully, pengaruh judi online dan pengaruh negatif lainnya. Kebanyakan korbannya adalah anak-anak.
Amanda Todd seorang pelajar berumur 15 tahun dari Vancouver, Kanada ditemukan bunuh diri karena bertahun-tahun mendapat Cyberbullying dari teman-teman dan lingkungannya. Bermula karena ketidakhati-hatian Amanda memperlihatkan bagian tubuhnya kepada seseorang yang dikenalnya lewat dunia maya.
Nah berkaca dari banyaknya kasus kejahatan dunia maya terhadap anak-anak, Sejak tahun 2004 tepatnya tanggal 11 Februari, Safer Internet Alliance (INSAFE) yang didirikan European Commission menginisiasi gerakan Safer Internet Day. Awalnya hanya di Eropa namun kini kampanye SID ini sudah ke seluruh dunia. Safer Internet Day ini merupakan ajakan untuk menggunakan penggunaan internet secara, cerdas, sehat dan aman.
Terus bagaimana caranya agar anak-anak kita tidak menjadi korban kejahatan dunia maya? Sudah seharusnyalah kita sebagai orang tua meningkatkan awareness (kesadaran) terhadap bahaya yang mengintai putra-putri kita. Awasi ketika anak-anak kita menggunakan internet. Cerewet sedikit tidak apa-apa demi kebaikan anak dengan menanyakan peruntukan gadget/perangkat dan pulsa yang dibelikan untuk mereka. Dampingi mereka ketika mendapatkan masalah. Jadilah teman yang baik bagi putra-putri kita.
Referensi : saferinternet.org