massolpanjava
Persiapan sebelum touring

Akhirnya kesampaian juga mengikuti touring dengan rekan-rekan komunitas Naked Wolves Indonesia disingkat NWI. Meski tidak resmi karena tidak dilaksanakan oleh Chapter Bekasi, kami berlima yaitu Saya, Mas Dwi, Mas Fajar, Om Ocid dan Dimas tetap bersemangat untuk melaksanakan touring ke beberapa lokasi di Jawa Barat. Tepatnya masih di pinggiran Bandung atau sebut saja Bandung Coret.

Kegiatan touring ini bertujuan untuk mengenali karakter motor Pulsar 200NS, motor Bajaj keluaran Kawasaki Indonesia. Motor tidak laku tapi performa dan desain yang garang (malah nyamar jadi sales, eh).

Kami berlima start dari depan Gedung Korea-Indonesia ICT Training Center sekitar pukul 00.15 WIB dini hari (4/6/2016). Sebelum start, kami lakukan briefing sekaligus mengecek segala persiapan dan perlengkapan. Mas Dwi bertindak sebagai Road Captain (RC) yang bertugas memandu dan membuka jalan sedangkan Mas Fajar akan dipercaya sebagai Swipper, rider yang bertugas menjaga rombongan dan berada di barisan belakang.

Jalur yang kami lewati adalah Jalan Urip Sumoharjo, Cikarang lalu sambung ke Rng Road Karawang dan Cikampek. Sampai di Fly Over Cikampek kami belok kanan ke arah Purwakarta. Kami sempat mengalami insiden selepas dari Cikampek menuju Purwakarta. Dua Rekan kami mengalami crash di belokan kanan. Dimas menabrak tiang bengkel dan Mas Dwi menabrak pohon yang yang ada di pinggir jalan. Di titik yang sama, saya juga kehabisan jalan dan terpaksa menepi sambil mengurangi kecepatan. Karena buru-buru ingin menolong kedua rekan saya tadi, saya sampai lupa menggunakan standar dan motor saya malah roboh ke pasir. Beruntung, kedua rekan saya tidak mengalami luka serius, motorpun tidak mengalami kerusakan parah. Motor dimas sempat copot lampu sein depan. Motor saya yang roboh mengalami bengkok step gigi namun bisa diperbaiki. Kamipun sekalian ngasuh di tempat tadi sekaligus untuk cek kembali motor. Pada saat itu kami baru menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam atau sekitar pukul dua dini hari.

Sejam kemudian perjalanan kami lanjutkan sekalgus mencari warung untuk makan sekaligus istirahat. Kami akhirnya menepi di sebuah warung di pinggir jalan yang sebenarnya tidak terlalu ramai. Saya lihat di sekitar adalah hutan. Eh ternyata, yang jaga warung teteh-teteh cakep, hehe. Ada yang pesan mie, kopi. Saya karena memang lapar kuadrat beda sendiri, pesannya nasi ayam lengkap dengan tempe, ben wareg. Setelah kenyang sebagian tidur sebagian lagi asyik berbincang. Badan terasa capek tapi mata tidak bisa merem. Di warung tersebut diputar musik-musik jadul dan kadang ada dangdutnya juga. Meski sudah ditutupi jaket, tetep aja ga bisa tidur.

Setelah dirasa cukup, kami lanjutkan perjalanan dan pamit ke teteh yang punya warung, ga tau namanya karena saya jarang berinteraksi, hehe ingat bini di rumah masbro :v. Alhamdulillah, perjalanan menuju Stone Garden lancar dan tidak ada insiden. Kami sempat kebablasan tetapi tidak terlalu jauh. Jadi, sesampai Padalarang kami belok ke jalur menuju Cianjur. Tidak terlalu jauh dari pusat kota Padalarang, kami sampai di pertigaan kecil ke arah kanan jalan. Kami disambut dengan jalan bebatuan yang ajib-ajib lah pokoke. Jarak dari jalan raya tidaklah terlalu jauh hanya saja seperti saya katakan tadi, ajib-ajib. Jalannya tidak bagus. Kami sampai lokasi sekitar pukul lima pagi.

Sekitar pukul 5.30 kami naik ke atas. Wow…gugusan batu-batu berwarna putih membentang. Cocok untuk foto-foto. Kami berempat minus Om Ocid yang ngorok di saung tempat parkiran langsung menuju puncak, di sana ada dua orang yang rombongan lain yang sengaja ingin mengabadikan sunrise di atas bukit. Jeprat-jepret kami berfoto. Setelah puas kami pun turun.

 

 

Catatan :

  • Lokasi Stone Garden di Citatah, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
  • Biaya Parkir Rp 3.000/motor
  • Tiket Masuk Rp 5.000/orang
  • Toilet ada 2 kondisinya kurang baik
  • Jalur menuju lokasi sangat buruk, bebatuan
  • Di Pos ada tempat buat istirahat
  • Di atas ada petilasan tetapi informasinya tidak terlalu jelas
  • Keberadaan warung-warung tidak rapi dan malah menyebabkan sampah bekas bungkus makanan dan minuman
  • Sebaiknya gunakan sandal gunung atau sepatu dengan tapak bergigi
  • Hindari penggunaan sandal jepit atau sepatu dengan tapak biasa (tapak rata)
  • Stone Garden berupa bukit bebatuan, Anda harus hati-hati ketika mengambil gambar atau pose, jangan menaiki bebatuan demi mendapatkan sudut foto yang bagus karena membahayakan diri Anda
  • Sebaiknya datang pagi untuk bisa melihat sunrise dan tidak terlalu panas