massolpanjava-ngabuburit pentingnya literasi digital-ictwatch-relawnatikpemalang (29)Bersama Relawan TIK Pemalang, ICT Watch menggelar NgabuburIT dengan tema “Pentingnya Literasi Digital” di Hotel Winner Pemalang pada hari Sabtu (25/06/2016). Pemalang menjadi lokasi terakhir digelarnya kegiatan NgabuburIT oleh ICT Watch tahun ini setelah sebelumnya digelar di 3 (tiga) kota besar seperti Bandung, Surabaya dan Banda Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan sore hari.

Sebelumnya, pada pagi hari, diadakan Talkshow seputar kegiatan NgabuburIT ini di Radio Swara Widuri Pemalang. Hadir sebagai narasumber di acara tersebut Om Andri Johandri mewakili Relawan TIK dan Kang Acep Syaifudin mewakili ICT Watch.

NgabuburIT yang seyogyanya dimulai pukul 15.00 WIB akhirnya mundur dan mulai pukul 16.00 WIB. Rundown acara juga harus dirombak menyesuaikan dengan alokasi waktu. Semula setelah registrasi peserta, mulanya akan dilaksanakan nonton bareng Film “Assadesa”. Pemutaran film tersebut akhirnya dimasukkan ke sesi terakhir bersamaan dengan sesi Om Jo tentang “Literasi Digital di Pedesaan”.

Saya sendiri sejak persiapan sebenarnya tidak terlibat terlalu jauh, namun dalam pelaksanaan ternyata mendapat kesempatan menjadi moderator dadakan. Meski sempat minta diganti, akhirnya saya maju sebagai moderator. Karena minim jam terbang yah akhirnya saya membawakannya pun yah alakadarnya, boleh dibilang kurang meriah, wah dan cetar membahana, hehe.

Dalam kegiatan ini dilaksanakan diskusi dengan 4 (empat) narasumber antara lain; Kang Acep Syafudin mewakili ICT Watch, Bapak Khalimi Baksin dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pemalang. Ibu Siti Nurchotimah mewakili Pemkab Pemalang dan Omjo (Andri Johandri) mewakili Relawan TIK Pemalang.

Dalam paparannya, narasumber pertama, Kang Acep, membawakan tentang Literasi Digital secara global. Mulai dari perkembangan teknologi, pemanfaatannya hingga efek negatif serta memberikan beberapa contoh kasus yang terjadi akibat kurangnya wawasan mengenai dampak negatif dari teknologi itu sendiri. Narasumber kedua, Bapak Khalimi Baksin menjelaskan mengenai Literasi Digital di Lingkungan Sekolah. Beliau memberikan beberapa contoh pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan, salah satunya adalah ajakan bagi tenaga pendidik untuk tidak gaptek, agar dapat mengiringi anak didiknya dalam menggunakan teknologi digital seperti saat ini, misalnya dengan membuat akun facebook untuk memantau perkembangan anak didik di dunia maya. Selain itu, juga mengajak untuk memperkaya konten-konten di internet agar literatur-literatur tentang pendidikan di dunia maya semakin banyak. Narasumber ketiga, Ibu Siti Nurkhotimah memberikan pemaparan tentang Literasi Digital salah satunya dengan program-program di Radio Swara Widuri Pemalang. Sementara itu, Om Jo (Andri Johandri) lebih menekankan tentang literasi digital di pedesaan tentang bagaimana desa mengakses informasi dan memanfaatkan teknologi dgital untuk meningkatkan taraf hidup warga desa.

Setelah ke empat narasumber memberikan pemaparannya, peserta Ngabuburit diberi kesempatan untuk bertanya. Salah satu peserta dari SMPN 3 Pemalang bernama Ibu Siti Prihatin menanyakan tentang bagaimana menanggulangi dampak negatif dari kemajuan teknologi saat ini terhadap anak-anak. Sebelum narasumber menjawab pertanyaan, kegiatan break untuk dilaksanakan buka bersama, makan dan sholat Maghrib baru dilanjutkan diskusinya.

Setelah dimulai kembali Kang Acep memberikan himbauan bahwa untuk orang tua sedapat mungkin harus membangun komunikasi kepada putra-putrinya. Sedikit-demi sedikit mendekatkan dirinya kepada putra-putrinya, misalnya dengan menanyakan apa yang sedang dilakukan putra-putrinya dengan gadegtnya. Bapak Khalimi Baksin menambahkan bahwa orang tua juga harus belajar menggunakan teknologi agar bisa mengimbangi dan memantau putra-putrinya. Putra-putri kita jangan sedikit-sedikit dilarang karena semakin dilarang maka mereka semakin penasaran. Sebaiknya arahkan untuk memanfaatkan gadget ke hal-hal postif.

Selain itu ada dua penanya lagi. Pertama Mas Widi dari Slawi yang menanyakan perihal pemanfaatan teknologi di lingkungan pengajar dan yang kedua Mas Kukuh bertanya tentang kemanan/security. Bagi ketiga penanya tersebut diberi kenang-kenangan berupa Kaos Assadesa dari ICT Watch.

Bapak Khalimi Baksin dan Ibu Siti Nurchotimah selaku narasumber undangan mendapat kenang-kenangan berupa Kaos Assadessa dari ICT Watch yang diserahkan oleh Mbak Widuri.

NgabuburIT ini diikuti oleh kurang lebih sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari masyarakat umum, perwakilan komunitas, tenaga pendidik dan pelajar. Berhubung pada saat foto bersama waktunya sudah mendekati waktu sholat Isya, banyak peserta yang tidak bisa ikut foto bersama. Seluruh peserta yang hadir dibagikan CD Film Dokumenter Assadesa.

Video oleh Kabar Pemalang


Foto oleh Muslimin dan Saya