Bisa dibilang sangat jarang sekali saya menyaksikan langsung pertandingan sepakbola langsung di dalama stadion. Selama ini baik pertandingan liga domestika atau pertandingan Timnas Indonesia lebih banyak saya saksikan di lacar kaca. Lebih-lebih pertandingan di kompetisi-kompetisi top macam Liga Premiere Inggris, Lega Calcio Italy atau Laliga Spanyol, yah pol-pole mung nang ngarep tv (di televisi). Tapi, gini-gini, pernah juga loh masuk stadion.

Pengalaman pertama kali masuk stadion adalah tahun 2008 ketika Timnas Indonesia melakoni pertandingan persahabatan melawan Bayern Munchen. Kala itu Timnas digasak 1-4 oleh Tim dari Jerman tersebut. Kesempatan kedua saya menyaksikan pertandingan antara Jakarta FC melawan Semarang United sekitar tahun 2011, jamannya Liga Primer Indonesia (LPI) di stadion yang sekarang sudah menjadi kenangan masa lalu, Stadion Lebak Bulus di Jakarta Selatan. Setelah itu praktis, jarang sekali bahkan tidak pernah lagi menonton di stadion meskipun saya tinggal di Bandung yang notabene kultur sepakbolanya cukup wah karena ada tim berjuluk Pangeran Biru bernama Persib Bandung. Emang kenyataannya gitu sih, jauh kalo harus ke Stadion Si Jalak Harupat yang menjadi homebase Persib Bandung. Curhat malah jadi kepanjangan gini.

Kembali ke judul, perhatian saya alihkan ke salah satu stadion yang saya bilang megah untuk ukuran Indonesia, Stadion Wibawa Mukti milik Pemkab. Bekasi. Jadi, stadion Wibawa Mukti ini berada di Kawasan Jababeka. Lebih tepatnya di Kelurahan Sertajaya, Cikarang Timur. Paling mudah dikases dari jalur Pintu Tol Cibatu. Enaknya sih cek Google map di sini nih.

Menilik perjalanan pembangunan stadion ini butuh waktu sekitar 7 (tujuh) tahun hingga stadion ini benar-benar bisa digunakan. Stadion yang berkapasitas kurang lebih 30 ribu tempat duduk ini dimulai sejak tahun 2009 dan dibangun secara bertahap sesuai anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Adapun tujuan pembangunan stadion ini salah satunya disiapkan sebagai venue Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Barat tahun 2016 yang dilaksanakan pada bulan September ini.

Berikut jadwal pertandingan yang digelar di Stadion Wibawa Mukti

14 September 2016
Pukul 15.30 WIB Kalimantan Timur 0 VS 2 Papua
Pukul 19.00 WIB Bangka Belitung 4 VS 1 Gorontalo

16 September 2016
Pukul 15.30 WIB Bangka Belitung 1 VS 2 Papua
Pukul 19.00 WIB Gorontalo 1 VS 2 Kalimantan Timur (Nonton)

18 September 2016
Pukul 15.30 WIB Sumatera Selatan 2 VS 1 Sumatera Utara (Nonton)
Pukul 19.00 WIB Kalimantan Timur 1 VS 0 Bangka Belitung (Nonton)

20 September 2016
Pukul 15.30 WIB Jawa Barat 4 VS 2 Sulawesi Selatan
Pukul 19.00 WIB Kalimantan Timur  3 VS 0 Bangka Belitung

22 September 2016
Pukul 15.30 WIB Bangka Belitung 3 VS 4 Sulawesi Selatan
Pukul 19.00 WIB Jawa Barat 1 VS 0 Kalimantan Timur

24 September 2016
Pukul 15.30 WIB Jawa Barat 4 VS 2 Bangka Belitung
Pukul 19.30 WIB Papua 3 VS 2 Kalimantan Selatan (Nonton)

26 September 2016
Pukul 15.30 WIB Jawa Barat 3 VS 1 Papua (Nonton)

27 September 2016
Pukul 19.00 WIB Papua 1 VS 0 Sumatera Selatan

sumber: pon-peparnas2016jabar.go.id

Dari 14 pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Wibawa Mukti, saya hanya mennonton 5 pertandingan saja seperti pada keterangan jadwal pertandingan di atas (nonton). Saya nonton langsung di stadion ini juga karena melihat update facebook di Grup Forum Diskusi StadionSepakbola Indonesia. Sayangnya di kesempatan pertama saya datang ke stadion ini yang mana mempertandingkan kesebelasan Kalimantan Timur dengan Gorontalo, saya hanya kebagian waktu sekitar 3 menit sebelum pertandingan. Hal itu karena memang saya terlambat datang ke stadion. Walau cuma 3 menit saya dapat merasakan atmosfer di dalam stadion. Minimal ikutan teriak-teriak ketika para pemain melakukan serangan ke daerah lawan. Teriak, “Goooaaaaa!!!!l” padahal bola melambung, haha #ngawag banget dah.

Kali kedua saya menyaksikan pertandingan antara Sumatera Selatan melawan Sumatera Utara. Pertandingan ini dilaksanakan sore hari mulai pukul 15.30 WIB. Karena waktu itu kebetulan lagi libur, saya bisa datang selepas Ashar dan lumayan kebagian banyak tidak seperti sebelumnya yang cuma kebagian beberapa menit saja. Di dalam stadion sendiri penonton lebih banyak mengisi di tribun sebelah barat. Saya menyaksikan dari tribun sebelah barat dan di lantai 2. Penontonnya memang tidak sebanyak di lantai satu, namun tetap saja heboh. Setiap kali ada serangan baik dari Tim Sumatera Selatan maupun Tim Sumatera Utara, penonton riuh. Tidak jarang juga melakukan tepuk tangan untuk mengapresiasi keahlian para pemain. Seru deh.

Malamnya saya menyaksikan pertandingan Kalimantan Timur melawan Bangka Belitung. Kali ini saya kebagian tribun barat lantai satu, bahkan dekat dengan tribun VIP, sebenarnya sih bebas memilih tempat duduk namun saya lebih memilih berdiri di pinggir tangga untuk memaksimalkan pandangan pada lapangan pertandingan. Antusiasme penonton lumayanlah, bahkan Kalimantan Timur mendapatkan dukungan dari beberapa anak muda yang tak henti-hentinya menyanyikan lagu-lagu dukungan diiringai dengan drumband. Sesekali meledek tim lawan, namun tidak rasis. Saya sendiri turut dalam keriuhan penonton. Suka reflek teriak, “Goooall!!!”, haha padahal ora gol.

Pertandigannya sendiri berjalan seru. Kalimantan Timur tampak dominan sejak babak pertama. Peluang-demi peluang tercipta, sayangnya ketangguhan kiper utama Bangka Belitung membuat beberapa peluang emas Kalimantan Timur termentahkan baik tendangan jarak jauh maupun tendangan jarak dekat hingga sundulan kepala mampu diblok oleh kiper Bangka Belitung yang bernama Faisal Fahry. Sayangnya karena cidera kiper tersebut digantikan oleh rekannya yang tak kalah garang juga. Berkat kerja keras para pemain Kalimantan Timur, mereka berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan tipis 1-0. Dilihat dari permainan, para pemain Bangka Belitung terlihat kurang solid. Para pemain cenderung membawa bola sendiri dan banyak kehilangan bola.

Pertandingan keempat yang saya tonton adalah partai 8 besar antara Papua melawan Kalimantan Selatan. Pertandingannya lumayan seru. Kedua kesebelasan silih berganti jual serangan dan saling balas gol. Oiya, salah satu daya tarik tim Kalimantan Selatan sendiri adalah kehadiran salah satu bintang eks Timnas U19 Paolo Sitanggang. Penampilannya sendiri kurang begitu impresif. Hasil akhir pertandingan ini adalah 3-2 untuk Papua.

Pertandingan terakhir yang saya saksikan adalah partai semi final antara Jawa Barat melawan Papua. Ini adalah kali pertama saya menyaksikan tim tuan rumah Jawa Barat meskipun sebelumnya juga sempat melakoni pertandingan di Stadion Wibawa Mukti. Pada saat Jawa Barat bertemu Bangka Belitung sejatinya saya sudah siap-siap menuju stadion, tapi apa dinyana hujan begitu lebat hingga saya mengurungkan untuk menyaksikan pertandingan terakhir di babak 8 besar yang dilakoni Jawa Barat tersebut.

Nah, spesial partai Semi Final antara Jawa Barat dan Papua, penotonton yang hadir jauh lebih banyak dan lebih seru. Perkiraan saya 2 kali lipat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Pengamanan juga jauh lebih ketat dengan banyaknya personil kepolisian dan TNI yang siaga baik di dalam maupun di luar stadion. Tribun timur yang sebelum-sebelumnya kosong, kali ini di lantai 1 bahkan terisi sekitar 75%. Saya sendiri kebagian di Tribun Barat lantai 2 yang waktu itu juga lumayan penuh. Yel-yel dukungan untuk Tim Jawa Barat tak henti-hentinya dinyanyikan oleh pendukung. Teriakan demi terikan mengekspresikan tendangan para pemain terlontar. Suara terompet khas pendukung sepakbola dibunyikan “towat towet“, haha. Gerakan demi gerakan khas pendukung sepakbola juga ditampilkan oleh ratusan pendukung di Tribun Timur. Khusus untuk pemain yang kurang sportif akan disoraki, “Huuuuuuu….” sedangkan untuk pemain yang melakukan aksi atau pada saat akan digantikan akan disambut riuh tepuk tangan.

Meskipun ada beberapa oknum penonton yang merusak bangku stadion dan sempat menyalakan flare, overall pertandingan semifinal Jawa Barat melawan Papua yang dimenangkan Jawa Barat dengan skor 3-1 ini sangat seru. Saya juga puas dengan performa Jawa Barat meskipun sebenarnya saya sendiri dukung Tim Jawa Tengah yang keok di Babak 8 Besar.

Dari informasi terbaru yang saya baca, Stadion Wibawa Mukti juga akan digunakan sementara sebagai homebase Kesebelasan Persib Bandung mulai hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2016 dan akan digunakan untuk beberapa pertandingan ke depan. So, bakal tambah ramai nih Stadion Wibawa Mukti ini. Bagi kalian yang berada di kawasan sekitar Jababeka atau Kabupaten Bekasi yuk datang ke stadion ini. Satu yang buat saya menyesal, tidak sempat foto narsis di stadion ini, weks #ngawag

Info tambahan:

Harga Tiket

  • PON Jabar Rp 0,00-
  • Persib Rp ?

Parkir : Rp 2.000 – Rp 5.000