Datang ke Desa Kalibagor yang terletak di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas merupakan ketidaksengajaan. Semula saya hanya berkunjung ke Desa Karanganyar di Kabupaten Purbalingga untuk menghadiri Juguran 4 tahun Desa.ID. Namun, takdir berbicara lain. Yah seperti yang saya tuliskan pada kalimat pertama, #ngawag.

Di sini saya mampir di Kantor Gedhe Foundation, lalu melihat kegiatan motor Trabas di Bumi Perkemahan Kendalisada. Selepas dari Bumi Perkemahan tersebut saya diajak ke sebuah embung mini di Desa Kalibagor yang difungsikan untuk pngairan kebon kelengkeng. Habis muter-muter, laparlah tiba.

Saya diajak Mbak Sukarni dan Kang Manto ke salah satu kedai di pinggir jalan utama Purbalingga-Purwokerto. Tempatnya lumayan luas ada dua blok untuk makan dengan kapasitas saya taksir sih bisa lah untuk 30 orang sekaligus. Di sini kami bertiga makan Mie Ayam Kangkung. Sekilas memang tidak jauh berbeda dengan mie ayam pada umumnya. Yang membedakan di sini hanya penggunaan sayurnya yang berbeda. Jika biasanya kita makan mie ayam dengan sawi kali ini diganti dengan kangkung yang notabene bertekstur lebih lembut.

Karena cuaca lumayan terik dan kami juga baru saja ke embung yang jalannya lumayan ekstrim (lebay) jadi kami memesan sebagai tambahannya adalah es teh. Mak nyes ketika diteguk.

Mie ayam ini rasanya enak. Buat saya, cocok banget. Jarang sekali saya menemukan mie ayam yang pas di daerah tempat tinggal saya di Desa Kendalrejo, Pemalang. Mie ayam kangkung ini nikmat lah pokoke.

Satu porsi mie ayam kangkung Kalibagor dihargai dengan Rp 10.000 sedangkan es teh manis dibanderol Rp 3.000. Jadi cukup dengan uang Rp 15.000 kalian sudah kenyang dan dapat kembalian Rp 2.000.

Sudah kenyang, saya pun pulang ke Pemalang. Terima kasih buat Mbak Karni dan Kang Manto yang sudah menemani saya jalan-jalan ketika di Banyumas.

 

 

cerita bersambung…

Advertisements